Pangkalpinang Kota Beribu Senyuman

PENGAWASAN TERHADAP 252 ORANG ASING; KESBANGPOL KOTA PANGKALPINANG PERKUAT KOORDINASI

0

- Advertisement -

Pangkalpinang-Badan Kesbangpol : Sebagai Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dengan segala dinamika pembangunannya, Kota Pangkalpinang ternyata masih menarik minat Warga Negara Asing (WNA) untuk berkunjung. Berdasarkan data yang dihimpun, higga semester 1 tahun 2020, tercatat sebanyak 252 WNA beraktivitas di Kota Pangkalpinang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pangkalpinang Anggo Rudi, SE., MM, Senin (24/8), menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama Kantor Imigrasi maupun Kesbangpol Provinsi Kepulauan Babel. Koordinasi tersebut dilaksanakan dalam upaya memperketat pengawasan dalam kaidah deteksi dini kewaspadaan nasional di daerah.

“Data sementara yang kita peroleh sejumlah itu. Tidak menutup kemungkinan bisa bertambah. Aktivitas termasuk jenis izin tinggal nya pun beragam. Ada yang berstatus sebagai pekerja, tenaga ahli, menikah dengan orang kita hingga yang melaksanakan tugas-tugas keagamaan,” ungkap Anggo.

Dipaparkannya, untuk pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) sejumlah 34 orang yang didominasi oleh WNA asal Thailand, China dan Malaysia. Pemegang KITAS jelas Anggo sebagian besar merupakan pekerja atau tenaga ahli di sektor industri pertimahan. Sedangkan untuk pemegang Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) terdata sebanyak 9 orang dengan asal negara beragam mulai dari Australia, Turki, Amerika dan sebagainya.

“Ada juga WNA yang berstatus DAHSUSKIM atau Kemudahan Khusus Keimigrasian. Ini yang paling banyak Jumlahnya, yakni mencapai 199 orang yang didominasi oleh WNA asal Thailand. Untuk pengawasannya, kita memang agak terkendala di operasional sebab dampak refocusiing anggaran kemarin, kita secara defenitif tidak didukung pendanaan yang memadai,” pungkas Anggo.

Sementara Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Kota Pangkalpinang Drs. Wahidin menambahkan bahwa kaidah pengawasan terhadap orang asing ini jangan diperspektifkan secara negatif seolah mereka harus terus diawasi. Bahwa konsep pengawasan dalam aspek WNA tersebut lebih ke pencegahan dan deteksi dini sekaligus bagaimana daerah dapat menjamin keamanan dan kenyamanan.

“Kalau mereka merasa nyaman dan aman kan itu lebih baik. WNA berkaitan erat dengan faktor investasi dan tentu akan bermuara ke aspek ekonomis, terutama bagi para wisatawan asing atau para investor. Makanya kita pantau dan awasi. Apalagi fungsi pengawasan ini, kami Kesbangpol dilandaskan pada ketentuan perundang-undangan.  Dalam Tugas Pokok dan Fungsi kami yang tertuang dalam Pasal 13 ayat 2 Peraturan Walikota Pangkalpinang Nomor 4 Tahun 2020, fungsi perumusan kebijakan dan pelaksanaan teknis kewaspadaan dini yang terkait dengan orang asing sudah sangat jelas,” jelas Wahidin.

Ia juga mengharapkan agar seluruh pihak terutama para perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing untuk pro aktif berkoordinasi kepada pihak terkait.

“Kalau koordinasi seluruh pihak berjalan dengan baik, maka fungsi pengawasan kita akan optimal. Untuk itu, Kantor, perusahaan atau lembaga manapun di Pangkalpinang yang mempekerjakan TKA, agar selalu koordinasi ke pemerintah sesuai fungsi masing-masing. Terkait update data, kami juga koordinasi dengan Imigrasi,  untuk laporan pun kami sampaikan secara rutin ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel,” pungkas Wahidin.

Leave A Reply

Your email address will not be published.